Monday, April 8, 2019

Putra Bilang "Hack Medsos Mantan Lebih Sulit dari Situs Pemerintah"

KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI

VipBandarQ, Tanggerang,- Setelah viral karena berhasil meretas situs National Aeronautics and Space Administration (NASA), Putra Aji Adhari, remaja 15 tahun ini mengaku banyak teman-teman yang meminta untuk diajari meretas.

Namun, kebanyakan teman-teman Putra meminta diajarkan meretas akun media sosial orang lain, bukan melakukan penetration testing seperti yang biasa dilakukannya.


"Kadang mereka minta ngehack yang enggak wajar begitu, ada yang maunya hackFacebook mantan, sebenarnya itu lebih sulit," ujar Putra saat ditemui Kompas.com di kediamannya yang berada di Cipadu, Larangan, Tangerang pada Minggu (7/4/2019).

Di kediaman Putra, tampak sertifikat-sertifikat penghargaan yang dibingkai dan dipajak di atas komputer tempat ia biasa melakukan aktivitas sebagai bug hunter.


Sertifikat penghargaan itu diterima Putra saat menemukan celah di server berbagai instansi, baik milik pemerintah maupun swasta.

Dari pemerintah, ia mendapat penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara, tempat ia biasa melaporkan temuannya tersebut.


Sementara itu, dari instansi swasta, ia mendapat penghargaan dari berbagai perusahaan, seperti Tiki, Times Indonesia, Redtech, dan Tokopedia.

Putra juga mengatakan, meretas akun media sosial seseorang jauh lebih sulit dibanding meretas situs-situ milik pemerintahan.

Bahkan, kata Putra, tingkat kesulitannya hampir sama dengan meretas situs NASA.

Putra menyebutkan, untuk meretas sebuah akun media sosial, seseorang harus mampu membobol firewall atau pengamanan database dari perusahaan besar, seperti Facebook, Instagram, dan lainnya yang diprakarsai oleh developer-developer tingkat dunia.

Oleh karena itu, yang biasa dilakukan seseorang apabila ingin membajak akun media sosial biasanya bukan menggunakan metode hacking melainkan metode phising.

Remaja yang baru duduk di bangku kelas dua madrasah ini mengutarakan, teknik phising dilakukan dengan cara membuat sebuah situs dengan iming-iming hadiah sehingga seseorang memasukan nama akun beserta password dari media sosial mereka ke website tersebut.


Data tersebut kemudian terkirim ke para pelaku untuk kemudian dimanfaatkan demi kepentingan mereka.

"Jadi phising ini lebih ke social engineering atau menipulah," ujar Putra.

Ia juga mengatakan, phising inilah yang banyak dilakukan orang-orang untuk membacak akun media sosial artis.

Mereka bisa ditawari berupa endorsement dengan syarat memberikan nama akun dan password media sosial mereka.

Namun, Putra tak mau melakukan hal tersebut karena menurutnya itu sama sekali tidak penting.

Ia lebih memilih untuk fokus melakukan penetration testing karena dianggap lebih bermanfaat bagi orang lain.

"Jadi kalau diminta teman-teman buat hack akun mantan, dibawa ketawa saja, enggak di-tanggepin," kata Putra.


BB : 55AB0E6C
Line : vvipbandarq
WhatsApp : +62855962924680
Link Daftar : http://bandarqkartu.net/Register.aspx?lang=id

No comments:

Post a Comment

5 Cara Bujuk Pasangan yang Enggan Pakai Kondom

VipBandarQ , Jakarta Penggunaan kondom adalah hal yang sering menjadi masalah. Kondom dianggap membuat bercinta menjadi tidak nyaman, men...