Saturday, March 2, 2019

Demi Kaki Sehat, Cobalah 4 Tips Mudah Berikut


VipBandarQ, Jakarta - Kaki adalah bagian tubuh yang sangat penting, karena membantu untuk bermobilisasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Maka tak heran jika kondisi kaki yang sehat disebut sebagai salah satu kunci agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Sayangnya, banyak orang tidak memedulikan kesehatan kaki. Hal itu biasanya dikarenakan pekerjaan yang sangat padat.



Berikut adalah informasi yang berguna bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan kaki dengan cara yang mudah dan cepat, dilansir dari situs dari brightside.me, pada Sabtu (2/3/2019).

1. Berjalanlah Tanpa Alas Kaki


Cobalah berjalan tanpa alas kaki semampu Anda. Pastikan tidak terdapat benda tajam atau partikel-partikel tertentu di permukaan yang Anda injak, agar kaki tidak terluka.

Berjalan tanpa alas kaki baik sepatu maupun sandal akan memberikan kesempatan bagi kaki kita bernafas sementara waktu.

Dengan mempraktikan secara berkala, jamur kuku dapat dihindari.


2. Semprotkan Alkohol pada Sepatu


Kaki yang berjamur disebabkan oleh kondisi alas kaki yang lembab, salah satunya akibat air hujan dan keringat.

Untuk mengatasi hal itu, Anda hanya perlu menyemprotkan sedikit alkohol di dalam sepatu sebelum memakainya. Saat alas kaki itu dikenakan, pori-pori kaki akan tertutup sehingga keringat dapat berkurang.

3. Rendam Kaki dengan Cuka Sari Apel


Anda dapat merendam kaki dengan cuka sari apel setelah seharian beraktivitas. Pasalnya, hal itu dapat membantu mencegah dan menghilangkan bau kaki. Termasuk juga memberikan sensasi rileks bagi kaki yang lelah.


4. Gunakan Nanas untuk Menggosok Kapalan


Jangan panik jika Anda memiliki permasalahan kaki kapalan. Anda hanya membutuhkan nanas yang telah dibelah. Gosoklah daging buah itu pada permukaan kaki yang kasar.

Kadar asam dan tekstur daging buah nanas akan mempermudah pengelupasan kulit mati. Dengan demikian, kaki anda akan lebih halus.


BB : 55AB0E6C
Line : vvipbandarq
WhatsApp : +62855962924680
Link Daftar : http://bandarqkartu.net/Register.aspx?lang=id

Hasil Riset Buktikan Tidur 'Balas Dendam' di Weekend Bahayakan Kesehatan


VipBandarQ, JAKARTA - Kebanyakan kita menggunakan masa akhir pekan untuk menebus jam tidur yang hilang selama sepekan bekerja. Namun hal ini justru berdampak buruk bagi kesehatan pelakunya.

Sebab hal ini bisa menyebabkan peningkatan kudapan larut malam, kenaikan berat badan, dan penurunan respons terhadap insulin.

Temuan ini dilaporkan para peneliti pada 28 Februari lalu di Current Biology. "Pesan yang dibawa pulang pada dasarnya adalah bahwa Anda tidak dapat menebus penyalahgunaan jam tidur dengan tidur beberapa jam lagi di akhir pekan," ungkap Paul Shaw, seorang ilmuwan saraf di Washington University St. Louis seperti dilansir dari situsScienceNews. "Ini tidak sesederhana mengatakan, 'Oh, jika aku tidur di akhir pekan, aku akan lebih baik'."


Sejak 1990-an, para ilmuwan telah memahami, kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan metabolisme seseorang, menyebabkan perubahan perilaku dan fisiologis yang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2. Namun pada 2014, sekitar 35% orang dewasa Amerika melaporkan tidur kurang dari yang disarankan tujuh jam per malam, menurut data terbaru yang tersedia dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S.

Akhir pekan mungkin tampak seperti waktu yang ideal untuk tidur, tapi tidak jelas apakah itu bisa berhasil. Karena itu, Christopher Depner, ahli fisiologi tidur di University of Colorado Boulder, dan rekan-rekannya menempatkan tiga kelompok orang dewasa muda di usia pertengahan 20-an melalui rejimen tidur yang berbeda selama kurang lebih dua minggu.

Satu kelompok tidur sekitar delapan jam setiap malam, yang lain mendapat kira-kira lima jam semalam. Sedangkan yang ketiga mendapat sekitar lima jam pada malam hari, tidur kapan saja dan sebanyak yang mereka inginkan selama akhir pekan.

Pemulihan akhir pekan biasanya begadang hingga tengah malam atau pukul 01.00 malam Jumat, Sabtu malam dan tidur hingga pukul 11.00 siang hari. Tetapi mereka juga begadang pada hari Minggu, tidur sekitar enam jam menuju hari kerja.

Para peneliti menemukan, secara kumulatif selama akhir pekan, masing-masing hanya mendapat sekitar 1,1 jam lebih dari siklus tidur alami mereka. Ini mengindikasikan mereka membutuhkan antara Jumat dan Minggu malam.


"Jadi mereka memang mendapatkan tidur tambahan," kata Depner, tetapi tidak cukup untuk memulihkan tidur yang hilang selama minggu kerja.
Dan, seperti kelompok yang terlalu sedikit tidur setiap malam, orang yang menginap di akhir pekan mendapatkan sesuatu yakni berat badan. "Kurang tidur mengganggu hormon pengontrol nafsu makan seperti leptin," kata Depner.
Dan pergeseran dalam jam biologis alami akhir pekan tidur jam kemudian menyebabkan mereka menjadi lapar. Selama pekan kerja, kedua kelompok mengonsumsi sekitar 400-650 kalori dalam camilan larut malam, seperti pretzel, yogurt, dan keripik kentang. Pada akhir percobaan, orang-orang di kedua kelompok telah memperoleh rata-rata sekitar 1,5 kilogram.
Tetapi ketika datang ke sensitivitas insulin, kedua kelompok berbeda. Sensitivitas di semua jaringan tubuh pada kelompok pemulihan akhir pekan turun sekitar 27% dibandingkan dengan sensitivitas awal mereka yang diukur pada awal percobaan.
Hal itu jauh lebih buruk daripada penurunan 13% pada mereka yang secara konsisten kurang tidur. Dan orang yang tidur di akhir pekan adalah satu-satunya yang mengalami penurunan yang signifikan dalam sel-sel hati dan otot -keduanya penting untuk pencernaan makanan- setelah akhir pekan berusaha mengejar tidur.

"Itu sangat tak terduga," kata Depner. Bersepeda antara minggu tanpa tidur dan akhir pekan pemulihan bisa "memiliki beberapa konsekuensi kesehatan yang negatif di dalam dan dari dirinya sendiri".

Peter Liu, seorang ahli endokrin tidur di UCLA, mempertanyakan apakah hasil ini dapat diterapkan secara luas, terutama pada orang-orang yang secara kronis kurang tidur. Dia menemukan bahwa tidur beberapa jam bermanfaat untuk sensitivitas insulin dalam penelitiannya terhadap orang yang dilaporkan tidak cukup tidur. "Ini bukan kata terakhir pada topik penting ini," katanya.

"Tetapi istirahat adalah pilar ketiga dari gaya hidup sehat: tidur, olahraga, dan diet," kata Liu. "Sama seperti kamu tidak akan mengatakan kepada seseorang, kamu harus melakukan diet yang baik dari Senin sampai Jumat, tetapi pada akhir pekan kamu bisa makan apa pun yang kamu suka. Saya pikir itu prinsip yang sama di sini dengan tidur."


BB : 55AB0E6C
Line : vvipbandarq
WhatsApp : +62855962924680
Link Daftar : http://bandarqkartu.net/Register.aspx?lang=id

Friday, March 1, 2019

Takut Tidur Dalam Gelap? Cari Tahu Manfaat Tidur Dalam Gelap, yuk


VipBandarQ, Di antara teman-teman, siapa yang selalu tidur dalam keadaan gelap?

Baik benar-benar gelap atau ditemani cahaya lampu tidur, suasana kamar yang gelap saat tidur rupanya punya manfaat, lo.

Kenapa sebaiknya kita tidur dalam keadaan gelap, ya?

Jam Tubuh yang Canggih
Sebelum ada jam alarm, di abad ke-18 keluarga kaya di Inggris mempekerjakan knocker upper.

Knocker upper membawa tongkat panjang untuk mengetuk jendela atas rumah orang-orang, sampai mereka terbangun, teman-teman.

Nah, menurut Melinda Jackson dari Universitas Australia, saat belum ada alarm, jam tubuh atau ritme sirkadian di tubuh kita lah yang membantu kita bangun tidur.

Jam tubuh bekerja dengan menghitung jam tidur yang dilalui, ditambah cahaya matahari di pagi hari.

Yap, sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan bisa membangunkan kita, teman-teman.

Ini karena tubuh jadi tahu kalau waktu pagi sudah tiba.


Cahaya yang Terang di Kamar Tidur

Menurut situs kesehatan Health, tubuh kita sudah didesain untuk tidur ketika gelap, teman-teman.

Ini karena hormon melatonin yang membuat kita bisa tidur bisa dilepaskan lebih baik saat keadaan di sekitar kita gelap.

Cahaya yang terang di kamar tidur akan menghambat keluarnya zat melatonin ini, teman-teman.

Sementara, hormon melatonin ini mengendalikan pola tidur kita. Hormon melatonin ini memang meningkat saat malam hari, teman-teman.

Meskipun kita dalam keadaan terlelap, kelopak mata bisa mendeteksi cahaya, lo.

Karenanya, otak pun jadi bingung apakah saat itu masih siang atau sudah malam. Kemudian ia menghambat produksi hormon melatonin.

Namun bukan berarti kita harus tidur dalam keadaan yang benar-benar tanpa cahaya, kok.

Kita bisa menyalakan lampu tidur yang memiliki cahaya remang-remang. Ini bisa membantu kita melihat, seandainya kita terbangun di tengah malam.

Lampu dengan cahaya yang berwarna merah tidak menganggu tidur kita. Namun lampu dengan cahaya biru atau putih masih terang dan bisa memengaruhi produksi melatonin otak.



Penelitian Tentang Tidur di Dalam Gelap
Dalam jurnal Sleep, ada penelitian yang dilakukan oleh Universitas Northwestern tentang pentingnya tidur di dalam gelap.

Peneliti melakukan percobaan dengan 20 orang dewasa berusia 18 - 40 tahun, teman-teman.

Para peserta penelitian ini tidur selama dua malam di laboratorium peneliti.

Pada malam yang pertama, 20 peserta tidur dalam keadaan yang benar-benar gelap.

Malam berikutnya, separuh dari peserta tidur di dalam keadaan gelap, sementara separuh lainnya tidur di ruangan yang lampunya menyala terang.

Selama para peserta tidur, peneliti memeriksa tanda-tanda vital, aktivitas gelombang otak, gerakan mata dan kaki, dan mengambil sampel darah setiap jam untuk memeriksa kadar melatonin.

Pada pagi harinya, peneliti melakukan cek toleransi glukosa pada para peserta.

Rupanya, peserta yang tidur dengn lampu terang menyala mengalami peningkatan ketahanan insulin. Ini adalah faktor yang memicu penyakit diabetes, teman-teman.

Ketika insulin tidak bisa melakukan tugasnya, tubuh jadi kesulitan untuk memproses zat gula.

Nah, kalau kamu takut gelap, coba ingat-ingat manfaat tidur dalam gelap dan gunakan lampu tidur, ya.




BB : 55AB0E6C
Line : vvipbandarq
WhatsApp : +62855962924680
Link Daftar : http://bandarqkartu.net/Register.aspx?lang=id

Apa yang Terjadi Pada Otak saat Kita Patah Hati?

VipBandarQ, Sebagai regulator tubuh, otak mengalami perubahan besar ketika kita mengalami peristiwa jatuh cinta maupun patah hati. Berdasarkan sejumlah penelitian, jatuh cinta dan patah hati memiliki efek yang serupa dengan mengonsumsi zat adiktif.

Jatuh cinta dan patah hati? Siapa yang belum pernah merasakannya? Hampir semua orang pernah mengalami salah satunya atau bahkan keduanya. Richards Scwhartz dari Harvard Medical School mengungkapkan jatuh cinta dan patah hati merupakan respons biologis yang alami sebagai seorang manusia. Oleh karenanya, pengalaman tersebut sangat memengaruhi seluruh bagian tubuh manusia, khususnya pada bagian otak yang berperan sebagai regulator tubuh.


Nah apa yang terjadi pada otak kita ketika kita sedang jatuh cinta?
Pat Mumby, Direktur The Loyola Sexual Wellness Clinic dan pengajar di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine memaparkan bahwa ketika kita sedang jatuh cinta, tubuh kita melepaskan senyawa kimia seperti dopamine, adrenaline, dan norepinephrine yang dapat menimbulkan reaksi tubuh tertentu. Senyawa tersebut merupakan penyebab dari tubuh seperti pipi yang bersemu merah, keringat pada telapak tangan, dan debar jantung yang menggebu-gebu.

Dalam penelitiannya pada tahun 2005, Helen Fischer seorang ahli antropologi biologis, membandingkan hasil pemindaian otak sebanyak 2.500 mahasiswa saat melihat dua jenis gambar, yakni orang yang mereka sukai dan kenalan biasa. Hasilnya menunjukkan adanya aktivitas peningkatan hormon dopamine pada bagian otak, yang mana merupakan neurotransmitter yang menghantarkan perasaan bahagia. Bagian otak yang menunjukkan aktivitas tertinggi adalah bagian caudate nucleus yang menjadi pusat untuk ekspektasi akan suatu kepuasan, dan ventral tegmental yang dikenal sebagai pusat rasa bahagia, rasa perhatian, dan motivasi untuk memperoleh kebahagiaan.

Selain kedua bagian tersebut, bagian otak lain yang juga berkaitan pada peristiwa jatuh cinta adalah amygdala, hipocampus, dan prefrontal cortex. Jika diibaratkan, jatuh cinta dapat menimbulkan efek sama seperti dari perilaku penggunaan kokain atau konsumsi alkohol. Selain itu, yang menarik adalah peningkatan level hormon kortisol atau hormon stress yang menginduksi perilaku obsesi pada masa awal jatuh cinta.


Kemudian bagaimana proses yang terjadi di otak ketika patah hati?
Apabila pengalaman jatuh cinta yang dilalui oleh seseorang dianggap menimbulkan efek yang sama seperti mengkonsumsi kokain, maka patah hati dapat dianalogikan seperti pecandu yang berhenti mengkonsumsi zat adiktif apapun.


Ketika seseorang kehilangan cinta, seketika tubuh akan kehilangan neurotransmitterpengantar perasaan bahagia yang mulanya banyak membanjiri tubuh. Rasa sakit yang muncul pada saat patah hati bukan hanya sekadar rasa sakit emosional, namun juga fisik. Secara ilmiah patah hati, perasaan dicampakkan, dan kekecewaan mengaktifkan bagian otak yang merespons rasa sakit pada bagian tubuh meski tidak ada luka fisik.

Pada tahun 2011, Edward seorang ahli neurologi kognitif dari Columbia University melakukan pemindaian pada otak orang-orang yang baru saja mengalami patah hati. Hasil pemindaian membuktikan bahwa bagian paling aktif dari otak ketika seseorang melalui proses patah hati adalah bagian otak yang sama dalam merespon rasa sakit yang terjadi saat terdapat luka fisik pada tubuh.

Bagi otak kita, rasa sakit akibat patah hati adalah sangat nyata. Maksudnya adalah, otak kita tidak dapat segera memproses peristiwa sakit hati, sehingga berkurangnya hormon dopamine tersebut diartikan sebagai kesakitan fisik dan kelelahan.

Patah hati juga menyebabkan bagian prefrontal cortex seseorang menjadi tidak berfungsi, yang berpengaruh pada kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif. Ketika dihadapkan pada kondisi ini, otak akan memasuki kondisi panik dan, tubuh akan dibanjiri oleh hormon stress seperti kortisol dan epinephrine yang mengakibatkan kram, sakit kepala, nyeri dada, dan kelelahan. Terkadang kondisi ini bertahan cukup lama bergantung pada seberapa cepat orang tersebut untuk “move on”.

Namun kabar baiknya, otak kita terprogram untuk dapat beradaptasi dengan kondisi ini sehingga seiring berjalannya waktu kita terutama otak dapat menyesuaikan diri dan otak tahu bagaimana melakukannya.



BB : 55AB0E6C
Line : vvipbandarq
WhatsApp : +62855962924680
Link Daftar : http://bandarqkartu.net/Register.aspx?lang=id

5 Cara Bujuk Pasangan yang Enggan Pakai Kondom

VipBandarQ , Jakarta Penggunaan kondom adalah hal yang sering menjadi masalah. Kondom dianggap membuat bercinta menjadi tidak nyaman, men...